BAB
I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman kerajaan
Sriwijaya dan Majapahit dimana sila-sila yang terdapat dalam Pancasila itu
sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat maupun kerajaan meskipun sila-sila
tersebut belum dirumuskan secara konkrit. Menurut kitab Sutasoma karangan Mpu
Tantular, Pancasila berarti “berbatu sendi yang lima” atau “pelaksanaan
kesusilaan yang lima”. Ketika sebuah masyarakat bernegara maka harus
ada persamaan pikiran dan sikap masyarakat
pada suatu negara. Harus
meletakkan setiap egonya pada prinsip yang telah disepakati bersama dan
menjunjung tinggi prinsip dasar tersebut demi terciptanya rasa aman
bermasyarakat dan tercapainya tujuan bernegara yaitu kemakmuran.
Sejak tahun 2003, berdasarkan
Tap MPR no. I/MPR/2003, 36 butir pedoman pengamalan Pancasila telah diganti
menjadi 45 butir Pancasila. Namun sayangnya tidak ada kebijakan pemerintah
untuk memasukkanya ke dalam kurikulum pendidikan ataupun program doktrinasi
lewat media. Sewaktu masih SD, hampir semua murid harus hafal 36 butir
Pancasila dan setiap malam disuguhkan kebanggaan pada Garuda Pancasila lewat
layar kaca.
Prinsip dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia adalah Pancasila yang mengakomodir dan (harusnya) juga
bersifat memaksa sebagai pandangan hidup semua orang yang mengaku Bangsa
Indonesia. Dan menjadi sifat dasar bagi semua rakyat Indonesia dalam bermasyarakat. Dalam hal ini penulis ikut melakukan kegiatan
sosialisasi pancasila kedalam keluarga agar dari lingkungan keluarga terutama
yang disosialisasi (adik) bisa menerapkan nilai pancasila terutama sila ke 4
yang dimana penulis melakukan komunikasi untuk menyampaikan butir-butir
pancasila terutama sila ke empat
I.2 Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini
sedikit berbeda pada proposal sebelumnya. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan
ini adalah :
1. Agar
objek yang di amati lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dalam lingkungan
baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan kesekitar rumah.
2.
Sebagai tugas mata kuliah PANCASILA
3. meningkatkan kualitas pemahaman adik pada suatu kerakyatan,
kebijaksanaan, dan permusyawarahan
4. meningkatkan kepatuhan
pada pancasila
BAB II
DASAR MATERI
II.1 Pengertian Pancasila
Etimologi kata “Pancasila” berasal dari bahasa
Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana) yaitu panca yang berarti “lima” dan sila yang berarti “dasar”. Jadi secara
harfiah, “Pancasila” dapat diartikan sebagai “lima dasar”.
Pancasila
sebagai pandangan hidup adalah suatu hal yang dijadikan sebagai pedoman hidup,
dimana dengan aturan aturan yang di buat untuk mencapai yang di cita citakan.
Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan sarana ampuh untuk mempersatukan
bangsa Indonesia dan memberi petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan
kebahagiaan lahir dan batin dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya.
Ketika sebuah masyarakat bernegara maka harus
ada persamaan fikir dan sikap masyarakat pada negara. Harus meletakkan setiap
ego-nya pada prinsip yang telah disepakati bersama dan menjunjung tinggi
prinsip dasar tersebut demi terciptanya rasa aman bermasyarakat dan tercapainya
tujuan bernegara yaitu kemakmuran.
Pancasila adalah landasan dari segala keputusan
bangsa dan menjadi ideologi tetap bangsa serta mencerminkan kepribadian bangsa.
Pancasila merupakan ideologi bagi negara Indonesia. Mempelajari
Pancasila lebih dalam menjadikan kita sadar sebagai bangsa Indonesia yang
memiliki jati diri dan harus diwujudkan dalam pergaulan hidup sehari-hari untuk
menunjukkan identitas bangsa yang lebih bermartabat dan berbudaya tinggi. Untuk
itulah kita
diharapkan dapat menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi
negara, menguraikan nilai-nilai Pancasila. beberapa pengertian Pancasila
menurut para tokoh pendiri bangsa berikut:
1.
Muhammad
Yamin. Pancasila berasal
dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau
peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila
merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang
penting dan baik.
2.
Ir.
Soekarno. Pancasila adalah
isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu
oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara,
tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.
Dalam pancasila ini saya mensosialisasikan Sila keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaran /
perwakilan. Sebagai warga negara
dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan
kewajiban yang sama. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil
keputusan untuk kepentingan bersama. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap
keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab
menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
II.2 Butir Pancasila
Butir pancasila sejak tahun 2003,
berdasarkan Tap MPR no. I/MPR/2003, 36 butir pedoman pengamalan Pancasila telah
diganti menjadi 45 butir dari sila pertama sampai sila ke lima. Adapun butir-butir
sila ke empat dalam uud 1945 yaitu :
1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia
indonesia mempunyai kedudukan hak, dan kewajiban yang sama.
2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain
3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk
kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat
kekeluargaan
5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai
sebagai hasil musyawarah.
6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan
melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
7. Dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan
pribadi dan golongan.
8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati
nurani yang jujur.
9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara
moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat
manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dan
kesatuan demi kepentingan bersama.
10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk
melaksanakan pemusyawaratan.
BAB III
TAHAPAN
PELAKSANAAN
III.1 Waktu
Dan Tempat Pelaksanaan
Ø Tempat Pelaksanaan
a.
Ruang teori :
rumah dan lingkungan sekitar
Pemahaman
dari pada sila ke empat disampaikan secara tidak sadar kepada objek, supaya
objek lebih memahami penerapan sila ke empat dalam kehidupan sehari-hari..
b.
Proses
pelaksanaan : rumah
Penerapan
sila ke empat ini beralamatkan di Jl.Lintas Sumatra No.368 Ujanmas Gunung
Katun, kac. Baradatu, Way kanan.
c.
Objek/sasaran
kegiatan
Sasaran kegiatan penulis memilih adik laki-laki yang bernama doni saputra yang sekarang
bersetatus pelajar di SMP N 1 Baradatu.
Ø Waktu Pelaksanaan
No.
|
Tanggal
|
Uraian
|
Ket
|
1.
|
07-08
Desember 2015 terdapat perubahan jadwal.
|
Memulai
pengamatan kepada objek (doni). Apakah sesuai atau tidak sesuai dengan
proposal yang sudah di usulkan. Dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan begitupun
dalam tujuan, dan permasalahannya.
Pada tanggal 9 saya memulai pendekatan agar lebih mudah melakukan sosialisasi
|
ü
|
2.
|
10
Desember 2015
|
Berhubung
besok doni akan melakukan ujian semester ganjil terdapat mata pelajaran pkn
yang berhubungan dengan pancasila saya sedikit membahas tentang nilai-nilai
pancasila.
|
ü
|
3.
|
11
Desember 2015
|
Mengamati
doni dalam keseharian dan mencoba berdiskusi tentang pelajaran pancasila
secara santai kepadanya. Apakah dia suka atau tidak pelajaran
kewarganegaraan? Dan saya bertanya baigian yang mana yang di sukainya dan
tidak disukainya? Doni menjawab bahwa dia suka pelajaran kewarganegaraan
ketika guru menceritakan sejarah, dan paling tidak suka jika di suruh
mencatat.
|
ü
|
4.
|
12
Desember 2015
|
Doni
susah sekali untuk di atur dan kadang tidak suka mendengarkan. Melainkan jika
tema yang dibicarakan itu menarik
|
ü
|
5.
|
13
Desember 2015
|
Hari
ini terdapat keributan diantara kami, karena doni mementingkan kemauannya
(egois). Sehingga saya hanya memilih diam dari pada membuat suasana semakin
tidak terkendali. Dan pada tanggal 14-15 saya mencoba berbaikan dan mendekati
kembali agar objek agar yang saya sampaikan tidak hanya di ia kan saja tapi
di terapkan.
|
ü
|
6.
|
16 Desember 2015
|
Hari
ini saya menyampaikan makna dari sila keempat dalam sila ini saya membahas
tentang budaya demokrasi, bahwa perbedaan itu hal yang wajar dan tidak perlu
diperdebatkan dan setiap warga negara Indonesia berhak dan diberi kebebasan
dalam menyampaikan pendapatnya baik pribadi maupun di muka umum.
|
ü
|
7.
|
18
Desember 2015
|
Saya
memberikan kembali tentang makna dari sila ke empat bahwa setiap bangsa
indonesia berhak diberi kebebasan memberikan pendapat. Saya juga meminta
pendapatnya tentang saya sebagai ayuk. Ya memang pendapatnya tidak saya suka
tapi saya menerimanya.
|
ü
|
8.
|
19
Desember 2015
|
Saya
dan doni mencoba membaca UUD 1945 2014-2019
kami membaca ada 45 butir pancasila didalamnya
|
ü
|
9.
|
22
Desember 2015
|
Doni
juga sering kali tidak suka bergotong royong di dalam rumah, karna dia lebih
suka bermain diluar
|
ü
|
10.
|
24
Desember 2015
|
Kami
mencoba bermuryawarah tentang keputusan untuk berperilaku adil. Dan saya
menjelaskan tentang pancasila.
|
ü
|
11.
|
23
Desember 2015
|
Saya
mengamati perkembangan doni setelah saya mencoba menerapkan sila ke 4 dalam
kehidupan sehari-hari ternyata masih kurang memuaskan
|
ü
|
12.
|
25
Desember 2015
|
Pada
butir ketujuh ‘Dalam musyawarah diutamakan
kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan’ disini saya
mencoba merubah sikap yang mementingkan kepentingan pribadi. Dengan cara
menasehati dan mencontohkan.
|
ü
|
13.
|
26
Desember 2015
|
Pada
hari ini doni bermain di luar, terdapat perbedaan pendapat diantara mereka sehingga memicu keributan,
saya pun menengahi dan mengajak doni pulang. Setelah sampai di rumah saya
bercerita tentang masalah yang sama seperti tadi, berbagi pengalaman yang membuat doni dapat
menerima pendapat saya.
|
ü
|
14.
|
28
Desember 2015
|
kami
mencoba bermusyawarah dengan membuat kesepakatan yang telah di tentukan. Saya
mengajak doni bermain tapi memiliki syarat bahwa jika saya menang dia harus
mengikuti kemauan saya begitupun sebaliknya, ketika saya menang saya ingin
melihat apakah dia konsisten dengan kesepakatan kami sebelumnya, dan Doni
akhirnya membaca butir-butir pancasila dan mencoba menerapkannya
|
ü
|
15.
|
29
Desember 2015
|
Dalam
beberapa hari ini saya melihat hasil bahwa doni menunjukan perkembangan dan
sudah mau bermusyawarah dengan baik, tapi masih mementingkan egoisnya saya
hanya bisa menetralisir tidak bisa merubah 100% sifatnya karna dia sangat
susah diajak bekerjasama bergotong royong di rumah.
|
ü
|
16.
|
30
Desember 2015
|
Saat
ini doni lebih bisa diajak berdiskusi,
bermusyawarah, dan masih pada sifat egoisnya dalam bergotong royong tapi saya
bisa membuat dia menurut karna dia masih tegolong remaja yang suka bermain
saya memberikan imbalan dia boleh bermain sesudah selesai bergotong royong di
rumah.
|
ü
|
BAB IV
PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
jadi masyarakat harus
disiplin terhadap apa yang ada dalam ketentuan negara maupun
peraturan-peraturan yang telah di buat, peraturan di buat bukan untuk di
langgar melainkan adalah untuk di ikuti sebagai panduan agar kita tetap selamat
dalam menjalani hidup ini.
Kegiatan sosialisasi ini membantu adik saya
dalam sikap kesehariannya yang sedikit membaik karena tidak mementingkan
keinginan pribadi nya saja melainkan juga memikirkan kepentingan bersama apa
lagi ketika bersama adik perempuan saya doni sangat suka membantunya dalam
keseharian dan mau bekerja sama secara adil. Walaupun memang ada beberapa
tingkahnya yang belum bisa berubah sepenuhnya karna masa doni sekarang memang sedang
dalam kata “puber” sedang masa labilnya seperti kadang memilih bermain dari
pada membantu orang tua dan dan sedikit egoisnya itu.
IV.2 Saran
dari rumusan masalah di atas di
saran kan agar setiap warga negara mengajarkan kepada anak-anaknya nilai-nilai,
makna, dan memberikan contoh penerapannya secara langsung dan sadar agar
terwujud lah negri kita yang berideologikan PANCASILA maka akan terlihat negri
pancasila yang sesungguhnya.




